Jumat, 21 Desember 2012

KHASIAT DOA


Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu" .

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah.
Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampaterasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi
rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00¡í.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. "Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. "

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak
panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain¡Ä Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
 
Top of Form

Bottom of Form
filemon 1:4
Aku mengucap sykur kepada Allahku,setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,




__._,_.___

Jumat, 23 November 2012

“Tubuhku , Persembahanku”


Oleh: Jackie Sihotang


“Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Roma 12:1

“Ya, kira-kira enam bulan”, jawab Dokter dengan mantap ketika saya menanyakan berapa lama ayah saya dapat bertahan setelah medengarkan keterangan hasil pemeriksaan sumsum tulang (bone marrow) yang sama sekali tidak menggembirakan. “Apa yang bisa kita lakukan?” tanya saya penuh selidik. “Tidak ada” jawab Dokter dengan tenang. 

Sering sekali tiba-tiba kita menyadari pentingnya pola hidup yang sehat setelah kita, anggota keluarga, teman atau orang yang dekat dengan kita didapati menderita suatu penyakit yang serius. “Health is not valued till sickness comes”, ujar Dr. Thomas Fuller. Kadang sangat disayangkan, sebagian orang malahan mengambil sikap tak peduli, gantinya melakukakan reformasi kesehatan, mereka meneruskan kebiasaan buruknya.

Di dalam ayat inti renungan, Roma 12:1 dikatakan, supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Mempersembahkan tubuh di sini artinya memberikan seluruh jiwa dan raga kita untuk kemuliaan Allah. 

Sebagai suatu persembahan yang kudus bagi Raja atas segala raja tentunya kita harus memberikan tubuh dalam kondisi dan stamina yang terbaik, suci dan bersih yang setiap saat siap untuk melakukan perintah-perintah-Nya.

Pada zaman akhir ini dibutuhkan begitu banyak orang, baik tua maupun muda yang berbadan dan berjiwa sehat untuk membantu pekerjaan Tuhan dan mengabarkan Injil kedatangan Yesus yang tak lama lagi ke seluruh pelosok dunia. “Men Sana in Corpore Sano”, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat. Intinya adalah: “tubuh yang sehat!”

Bagaimana cara memperoleh hidup yang sehat? Kita mempunyai “8 Dokter Yang Ajaib”, NEWSTART. Meskipun sudah diketahui oleh banyak orang, di dalam prakteknya sehari-hari hanya sedikit saja yang menjalankannya. Nutrition (nutrisi), sebagai makanan kita, Tuhan telah menciptakan tumbuh-tumbuhan yang berbiji & pohon-pohonan yang buahnya berbiji (Kejadian 1:29), tetapi karena adanya perubahan lingkungan setelah air bah, manusia mulai mengonsumsi makanan daging (Kejadian 9:2-4). Sejalan dengan waktu ditemukan bahwa penyakit-penyakit seperti kanker, tumor dan penyakit paru-paru kebanyakan disebabkan oleh makan makanan daging. Sadar dengan hal ini, tidak sedikit orang yang mulai meninggalkan makanan daging dan beralih ke makanan yang berserat (vegetarian).  Meskipun vegetarian bukan merupakan ujian kesetiaan kita kepada Allah. Ellen G White menyarankan kita untuk tidak makan daging (Testimonies, vol. 9. p.159).

7 dokter ajaib yang lainnya tidak kalah penting. Exercise; berolah raga yang teratur, Water; minum air sebanyak 1500-2000 ml/hari, Sunshine; sinar matahari, Temperance; pertarakan atau pengendalian diri adalah kunci dari pola hidup yang sehat, Air; tanpa udara dalam 4-7 menit kita akan mengalami kematian otak, Rest, istirahat atau tidur yang cukup, yang terakhir untuk melengkapi semuanya ini adalah Trust in God; rasa percaya pada Tuhan akan menjadi landasan dari penurutan kita.

Pada pembukaan Sabat yang suci ini mari kita renungkan kasih Allah melalui berkat kesehatan yang telah diberikan-Nya kepada kita, kita terima sebagai bentuk ucapan syukur. Kita tanyakan dan jawab di dalam hati, “Tubuh seperti apakah yang akan kita persembahkan kepada Allah untuk menjadi alat-Nya?”

Betapa hatiku, berterima kasih Yesus
Kau mengasihiku, Kau memilikiku
Hanya ini Tuhan persembahanku
Segenap hidupku jiwa dan ragaku
Sbab tak kumiliki harta kekayaan
Yang cukup berarti tuk kupersembahkan
Hanya ini Tuhan permohonanku
Terimalah Tuhan persembahanku
Pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku

S e l a m a t   S a b a t !




BRUISER OR A BUILDER


 I
ni adalah kesaksian pribadi yang terjadi pada diri saya sendiri. Ketika saya masih kecil, saya tidak suka melakukan akan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh orang tua saya. Tetapi saya paling senang dengan pekerjaan mengumpulkan telur-telur ayam dari kandang. Setiap siang, saya sudah siap selalu dengan keranjang telur dan mulai mengumpulkan telur ayam satu persatu dari kandang ayam. Ayah saya mempunyai usaha peternakan ayam. Betapa menyenangkan apabila saya melakukan tugas mengumpulkan telur-telur itu mulai dari satu kandang kepada kandang yang lain. Apalagi kalau saya mendapatkan telur ayam yang berwarna coklat dan yang masih panas, itu tandanya telur yang baru saja dikeluarkan/ditelurkan dari ayam tersebut.
Pada suatu hari, ketika saya sedang berjalan mengarah ke kandang untuk melakukan tugas rutin yang saya gemari, saya memperhatikan beberapa ayam yang besar sedang memperlakukan yang tidak pantas bagi ayam-ayam yang lebih kecil, ayam yang lebih besar mengejar-ngejar dan mematuk ayam-ayam yang lebih kecil lainnya. Tiga hari kemudian saya menemukan di mana ayam-ayam yang kecil itu sudah mati terbunuh disebabkan ulah dari ayam-ayam yang besar.
Kadangkala para remaja di sekolah pun berlaku seperti ayam-ayam tersebut. Mereka menemukan akan seseorang yang kecil dan lemah, atau kelihatan berbeda, dan mereka perlakukan dengan tidak baik, bahkan hinaan atau canda-canda yang memalukan mereka. Bahkan lebih parah lagi di mana mereka memanggil teman-temannya yang lain untuk bergabung dengan mereka dan menghina serta menambahkan canda-canda yang sangat menyakiti hati para kaum yang lemah itu.
Tony adalah salah satu murid kelas 9 di sekolah kami, yang memiliki sesuatu di dalam dirinya. Dia adalah murid yang tertinggi di sekolah kami walaupun baru kelas 9. Dan juga dialah murid yang tertua, dia juga murid yang terpintar dengan nilai yang paling tinggi di semua subjek-subjek mata pelajaran. Bahkan dia juga adalah orang yang paling sangat berpengaruh di sekolah kami. Bisa saja dia menggunakan akan kelebihan-kelebihannya dengan cara-cara yang dibuat oleh murid-murid yang lainnya. Tetapi Tony tidak begitu, malahan dia menggunakan semua dan segala kebolehannya dengan membantu teman-teman yang lainnya yang sangat membutuhkan pertolongan.
Dalam saat kelas berjalan, Tony membantu murid-murid yang lain dengan semua pelajaran-pelajaran. Teman-teman kelas lainnya sudah tahu bahwa Tony selalu menggunakan waktunya untuk membantu teman-temannya itu dengan pekerjaan rumah bahasa Inggris atau hal-hal yang susah dengan problema Matematika.
Bahkan setiap hari Selasa, adalah hari pelajaran Alkitab, Tony selalu sudah siap dengan ruangan yang sudah dibersihkan dan kursi-kursi sudah diatur rapi bagi semua yang akan hadir pada hari itu.
Menyakiti atau mempermainkan orang lain bukanlah suatu talenta. Akan ada selalu orang-orang di sekeliling kita yang lebih kecil atau rendah, lemah atau susah, tidak mempunyai kesanggupan yang dengan gampang saja kita permainkan, bahkan di dalam pekerjaan kita sendiri, atau di dalam rumah tangga kita, atau di dalam gereja kita.  Ingat yang menjadi karakter kita atau dorongan yang dapat kita berikan kepada diri kita sendiri untuk dapat menolong orang lain.
Saat ini juga kita mendapatkan kesempatan, apakah kita akan menyakiti sesama atau meniadakan sesama atau kita dapat memilih kesempatan yang indah seperti cerita nyata yang Yesus sampaikan yaitu tentang seorang Samaria yang baik hati, untuk menolong orang lain? Menjadi tantangan kita, bagaimanakah kita dapat menggunakan talenta-talenta yang Tuhan percayakan dan kebolehan-kebolehan yang Tuhan percayakan? Dalam bahasa Inggris dikatakan: “WILL YOU BE A BRUISER OR A BUILDER”?


Efesus 4:32
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Dr. Micah C. Gilmer



Jumat, 26 Oktober 2012

Jadikan Dirimu Seseorang yang Lebih Baik

Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan
membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati
bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.

Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang
didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar. Pemuda
itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.

Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan
mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat
cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan
moral yang akan mengilhami yang lain!

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. Kekasihku sedang menunggu. Aku
hanya ingin ayam gorengku. Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si
pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu
kepada wartawan.

Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya. Aku tidak
mengerti kata pemilik restoran. Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia
yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada
dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon,
beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?

Itulah masalahnya, kata si pemuda: Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku, istriku
ada dirumah. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini.

Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ketempat ibadah,
berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak
demikian.

Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak
hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah
hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya
seseorang kagum padamu lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu
seseorang yang lebih baik.

Rabu, 24 Oktober 2012

Kisah dibalik Lagu 'Kau bri yang kupinta'


"Kau b'ri yang kupinta...
saat kumencari kumendapatkan..
kuketuk pintuMu dan Kau bukakan..
s'bab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal...
Takkan Kau biarkan...
aku melangkah hanya sendirian..
Kau selalu ada bagiku..
s'bab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal"

Lagu ini bukanlah berdasarkan pengalaman pribadi saya, tetapi kisah kasih yang sangat sederhana dari seorang hamba Tuhan kepada anak laki-lakinya.
Berikut ceritanya ......

Suatu ketika hamba Tuhan ini mengajak istri dan kedua anaknya pergi ke mall untuk berbelanja barang-barang kebutuhan mereka. Masing-masing sudah diberikan uang untuk membeli keperluan masing-masing. Sesampainya di mall, mereka berpisah karena kebutuhan yang akan dibeli berbeda-beda tempatnya. Istri hamba Tuhan ini berjalan bersama anak perempuan, sedangkan suaminya berjalan bersama anak laki-laki.

Hamba Tuhan ini bercerita, anak laki-lakinya ingin sekali membeli sepasang sepatu, yang bisa dipakai saat melayani sebagai singer di gereja, tetapi ketika dilihat harganya di luar budget yang diberikan. Dia tidak tega minta tambahan uang kepada papanya, karena dia tahu papanya juga punya kebutuhan penting untuk dibeli.

Melihat harga yang mahal, papa mengajak anaknya untuk mencari sepatu lain di toko lainnya. Kemudian mereka berpisah supaya lebih leluasa dalam mencari.
Beberapa saat kemudian, hamba Tuhan ini mencari anaknya, dan ia menemukan anaknya terpaku di depan etalase toko yang telah mereka datangi bersama tadi, memandangi sepatu mahal yang sangat diinginkan tapi tidak mampu untuk membelinya.
Sangat menginginkan, tapi tidak tega minta kepada papa.

Saat itu rasa kasih yang dalam sebagai papa memenuhi hamba Tuhan ini.
Ia menghampiri anaknya dan mengajaknya untuk membeli sepatu itu.
"Jangan papa, sepatu ini mahal, papa juga punya kebutuhan yang harus dibeli", demikian seru sang anak.
Papanya berkata, "Tidak apa-apa nak, papa tunda dulu membeli yang papa butuhkan. Kamu layak memperoleh sepatu ini, apalagi kamu akan pakai sepatu ini untuk melayani Tuhan." Sepatu pun dibeli. Sang anak pulang dengan bahagia.
Hamba Tuhan ini berkata dalam kotbahnya, "Kalau saya bapa jasmani yang tidak sempurna dalam mengasihi, dapat memberikan segalanya kepada anak saya, apalagi Bapa di Surga kepada kita anak-anakNya. Dia mengasihi dengan kasih yang sempurna dan selama-lamanya, karena Dia adalah Bapa Yang Kekal."

Kalimat yang diucapkan hamba Tuhan ini sangat mempengaruhi saya.
Berhari-hari saya memikirkannya dan merenungkannya, akhirnya saya menuliskan sebuah lagu yang diberi judul "Bapa Yang Kekal".
Di ujung pembuatan lagu ini, di kamar saya menangis sejadi-jadinya.
Bukan tangisan dukacita, tapi sukacita, karena dikasihi oleh Bapa Di Surga yang tidak pernah meninggalkan saya. Dia selalu ada di samping saya.
Dan Dia mengasihi saya sebagai anakNya.

Papa saya pulang ke rumah Bapa tahun 1991.
Saya memiliki dia sebagai bapa di dunia ini hanya selama 25 tahun saja.
Dan hampir sepanjang tahun-tahun yang kami lalui, sulit bagi saya merasakan kasihnya.
Kalau sepanjang pemenuhan kebutuhan hidup, sekolah, fasilitas, betul, papa mengasihi. Tapi secara jiwani saya sulit merasakannya.
Anak-anaknya tumbuh dalam didikan yang kaku dari papa.
Kalau papa ada di rumah, rasanya suasana tegang sekali. Anak-anak tidak bebas berekspresi, mengemukakan pendapat, apalagi meminta sesuatu.
Saya ke gereja hanya kalau papa dan mama sedang ada di rumah.
Karena mereka bertugas di luar kota, jadi hanya 2 minggu sekali datang mengunjungi anak-anaknya. Kalau papa sudah kembali ke luarkota, rasanya kehidupan menjadi merdeka.
Papa akan marah kepada mama kalau melakukan kesalahan, dan mama akan melampiaskan kemarahan kepada anak-anak. Karena papa orangnya sangat perfeksionis, jadi kalau sedang berada di rumah, semua harus berjalan sesuai prosedur.
Kapan harus menyalakan lampu (tidak boleh terlalu cepat juga tidak boleh terlambat), bahkan sampai membawa nampan saat menghidangkan teh untuk tamu ada prosedurnya. Kalau melakukan tidak seperti yang diperintahkan, kesalahan kecil sekalipun akan membuat papa marah dan ngambek dan bisa berlangsung berhari-hari.
Setiap akhir tahun kami rutin membuat kebaktian keluarga, dan selalu papa menyesali perbuatannya dan janji tidak akan mengulanginya lagi. Papa berjanji di tahun yang baru ia tidak akan gampang marah dan ngambek lagi. Dan janji itu hanya bertahan beberapa jam saja . Karena keesokan harinya papa sudah kembali kepada dirinya yang lama.

Begitu tegangnya suasana rumah, sehingga saya bertekad harus kuliah jauh dari kediaman kami. Dan saya diterima di ITB. Rasanya legaaaaa sekali. Paling nggak, selama setahun saya nggak perlu menginjakkan kaki di rumah (setahun sekali saya baru pulang ke rumah). Setahun saya nggak perlu merasakan suasana tegang. Setahun saya bebas dari intimidasi perasaan.
Tapi justru di Bandung saya mengenal Tuhan Yesus secara pribadi.
Saya yang tidak pernah ke gereja, tidak pernah sungguh-sungguh mencari Tuhan, tapi dikasihi Bapa Di Surga. Yesus mencari dan menemukan saya. Saya mulai mengenal kasih Bapa dan saya dipuaskan oleh kasihNya. Sejak saat itu saya mulai mendoakan keselamatan papa dan seluruh keluarga saya.

Semakin tua papa mulai pelan-pelan berubah. Ia ingin lebih dekat kepada anak-anaknya. Tapi anak-anak sudah kadung selalu ingin menjaga jarak dengan papa.
Saya ingat suatu malam kami anak-anaknya sedang rame-rame kumpul di ruang keluarga menonton TV sambil bercengkerama. Kemudian papa keluar dari kamarnya dan ingin menikmati kehangatan keluarga bersama anak-anak. Begitu papa bergabung, suasana langsung tegang, dan kemudian satu persatu anak-anak secara perlahan meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kamar masing-masing. Dan papa ditinggal sendirian.
Adik saya yang bungsu sangat kecewa pada didikan papa yang keras dan kaku, sehingga ia berkata kepada mama "Ma kalau papa meninggal,... kayaknya aku nggak bakalan nangis...."

Puji Tuhan di akhir hidupnya, papa sudah banyak berubah dan sebelum menghembuskan nafas terakhir Ia sudah menerima Tuhan Yesus sebagai
Juru Selamat pribadinya (Tuhan menjawab doa saya !!).
Sebenarnya papa adalah bapa yang baik, hanya ia tidak mengerti bagaimana menyalurkan kasih dengan semestinya kepada anak-anaknya.
Kesaksian hidupnya membuktikan papa adalah pekerja keras yang sangat bertanggung jawab kepada kehidupan anak istrinya. Semua kebutuhan hidup kami dipenuhi. Bahkan hal-hal kecilpun tak luput dari perhatiannya.
Saya ingat saat saya main keyboard di kamar kost saya di Bandung, papa melihat saya memainkannya di lantai karena tidak punya stand keyboard. Tanpa saya minta, papa membelikan stand keyboard. Saya sangat tersentuh saat itu.

Ketika papa sudah dikebumikan, kami buka tas kantornya (karena sehari sebelum meninggal papa masih ke kantor), dan kami menemukan di tas papa ada obat jerawat untuk adik saya yang bungsu yang memang saat itu wajahnya lagi jerawatan. Rasanya nggak mungkin papa yang kami kenal akan berbuat itu.
Saya percaya hati adik saya tersentuh. Di saat-saat terakhirnya, adik saya ada dalam pikiran papa.

Saya sangat mengerti ketika Tuhan Yesus berkata,
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga ! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya."
(Matius 7:11)

Papa yang sangat tidak sempurna dalam mengasihi kami, tetapi tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa Di Surga.


Kalau saya menyaksikan kehidupan kami sekeluarga, bukan karena saya tidak menghormati dan mengasihi papa (saya sungguh sangat menghormati dan mengasihinya). Saya percaya papa sangat mengasihi kami juga tapi tidak mengerti bagaimana seharusnya mengasihi. Latar belakang kehidupannya yang membuatnya tidak bisa menyalurkan kasih sebagaimana mestinya.

Saat ini saya percaya ada banyak anak yang merasa tidak berbapa, walaupun papa masih ada. Merasa tidak dikasihi, bahkan ada yang dianiaya secara fisik ataupun jiwani oleh papa sendiri.
Tapi kalau Anda sudah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, Anda adalah orang yang paling berbahagia. Karena Yesus adalah Bapa Yang Kekal.
Sekalipun rasanya kita tidak dikasihi bapa jasmani, tapi kalau kita mengenal Dia sebagai Bapa Yang Kekal, kita adalah orang-orang yang lebih beruntung daripada yang selama hidupnya mengalami kasih bapa jasmani tapi tidak pernah mengenal kasih Bapa Yang Kekal.
Normalnya....
Seorang anak tidak akan takut meminta kepada bapanya.
Seorang anak tidak akan takut salah, saat meminta kepada bapanya.
Sebab ia adalah bapa, yang mengasihi anak-anaknya.

Bapa dunia yang 'jahat' saja demikian, apalagi Bapa Di Surga, Bapa Yang Kekal.

Semoga teman-teman diberkati dengan kesaksian sederhana ini.
Kalau kita mencari kasih yang sempurna pada bapa jasmani, maka kita akan kecewa. Karena sebaik apapun mereka masih tetap manusia yang tidak luput dari kelemahan dan ketidaksempurnaan.
Tapi kita tidak akan pernah kecewa saat mengandalkan kasih Bapa Di Surga.
Karena kasihNya sempurna, dan bukan hanya 60, 70 tahun bersama-sama kita, tetapi selama-lamanya Ia menjadi Bapa.
Dialah Bapa Yang Kekal..

God bLess You.. ^^

7 Cara Sukses menurut Amsal Salomo

1> ANDALKAN BERKAT TUHAN (Amsal 3: 5-6)
Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2> CARILAH PENGETAHUAN (Ams 19: 20)
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.

3> RAJIN & CEKATAN (Ams 10: 4)
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.

4> BERLAKU JUJUR & BENAR (Ams 16: 8)
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa

5> JAGA PEMBICARAAN (Ams 10: 19)
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.

6> SABAR & TENANG (Ams 16: 32)
Hati yang sabar dan tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

7> JANGAN INGIN CEPAT KAYA (Ams 13:11)
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah: Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini, Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa; Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

MENARA BABEL



Beberapa orang dari keturunan Nuh tidak lama mulai murtad. Sebagian mengikuti teladan Nuh dan menuruti perintah-perintah Allah; yang lain menjadi orang-orang tidak percaya dan memberontak, bahkan orang-orang ini sama sekali tidak percaya mengenai Air Bah. Ada yang tidak percaya akan adanya Allah, dan di dalam pikiran mereka sendiri menganggap Air Bah itu berasal dari sebab-sebab alamiah. Yang lain percaya bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia membinasakan bangsa dahulu kala itu dengan air bah; dan perasaan mereka, sama seperti Kain, bangkit memberontak melawan Allah oleh sebab Ia membinasakan orang-orang dari bumi dan mengutuki bumi ketiga kalinya dengan air bah.
Mereka yang menjadi musuh Allah merasa setiap hari ditegur oleh percakapan yang benar dan kehidupan yang saleh dari orang-orang yang mengasihi, menuruti, dan meninggikan Allah. Orang-orang yang tidak percaya berembuk di antara mereka sendiri dan sepakat untuk memisahkan diri dari orang-orang yang setia, yang kehidupan mereka  yang benar merupakan suatu pengekangan yang terus-menerus terhadap jalan mereka yang jahat. Mereka pergi menjauh dari orang-orang yang setia dan memilih suatu lembah yang luas di mana mereka tinggal. Mereka membangun sebuah kota untuk mereka, dan kemudian menelorkan gagasan untuk membangun sebuah menara yang tinggi yang akan mencapai awan-awan, supaya mereka dapat tinggal bersama-sama di dalam kota dan menara itu, dan tidak lagi tersebar.
                Mereka beralasan bahwa mereka akan aman sekiranya ada air bah lain, karena mereka akan membangun menara mereka jauh lebih tinggi dari pada tingginya air pada waktu Air Bah, dan seluruh dunia akan menghormati mereka, dan mereka akan menjadi seperti dewa-dewa serta memerintah orang banyak. Menara ini diperkirakan adalah untuk meninggikan para pembangunnya, dan dirancang untuk mengalihkan perhatian orang-orang lain yang akan hidup di atas bumi dari Allah untuk bergabung dengan mereka dalam penyembahan berhala mereka. Sebelum pekerjaan pembangunan menara itu selesai, orang-orang tinggal di menara itu. Kamar-kamar dilengkapi dengan nyaman, dihiasi, dan dipersembahkan kepada berhala mereka. Mereka yang tidak percaya pada Allah membayangkan jika menara mereka bisa mencapai sampai ke awan-awan, maka mereka akan dapat menemukan alasan-alasan penyebab Air Bah itu.  
                Mereka meninggikan diri mereka sendiri melawan Allah. Tetapi Ia tidak akan membiarkan mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka telah membangun menara mereka sampai sudah tinggi sekali ketika Tuhan menyuruh dua orang malaikat untuk mengacaukan pekerjaan mereka. Orang-orang telah ditentukan untuk menerima pesan dari para pekerja di puncak menara itu, yang meminta bahan untuk pekerjaan mereka, di mana yang pertama akan menyampaikan permintaan itu kepada yang kedua, dan seterusnya kepada yang ketiga, sampai pesan itu tiba pada mereka yang berada di atas tanah. Ketika pesan itu disampaikan dari satu orang kepada yang lain supaya sampai ke bawah, malaikat-malaikat itu mengacaukan bahasa mereka, dan ketika pesan itu tiba pada para pekerja di atas tanah, bahan yang diminta bukanlah yang diperlukan. Dan setelah proses kerja keras untuk menyampaikan bahan itu kepada orang-orang yang bekerja di puncak menara itu, ternyata itu bukanlah bahan yang mereka perlukan. Dengan kecewa dan marah, mereka menegor orang-orang yang mereka duga bersalah.
Setelah hal ini terjadi tidak ada lagi keselarasan dalam pekerjaan mereka. Mereka saling memarahi, dan tidak dapat memertangung jawabkan karena salah pengertian dan kata-kata aneh di antara mereka, mereka meninggalkan pekerjaan itu dan berpisah dari satu sama lain lalu menyebar ke seluruh bumi. Sampai pada waktu ini manusia hanya memakai satu bahasa. Kilat dari langit, sebagai tanda murka Allah, menghancurkan puncak menara mereka, menghempaskannya ke atas tanah. Demikianlah Allah menunjukkan kepada manusia yang berontak bahwa Ia adalah yang paling berkuasa.

Diterjemahkan bebas oleh 
Pdt. Roy M. Hutasoit

Minggu, 21 Oktober 2012

4 KRITERIA ORANG KRISTEN



 Firman Tuhan untuk Jam Khotbah dibawakan oleh Pdt. Gary R. Rustad dan diterjemahkan oleh Pdt. Wendell Mandolang, Stewardship & Trust Services Dept., SSD.  Ayat tema diambil dari Yakobus 5:1-3:
5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
Kita memberi menurut kasih kita.  Ajarkan mereka mengasihi Yesus daripada mendorong mereka untuk memberi perpuluhan, 10% tidak menjadi patokan bagi anggota jemaat kita karena pemberian itu berdasarkan kasih.

Ada empat kriteria bagi mereka yang mengaku Kristen:
1.         Seorang Kristen, melihat uang untuk menolong orang lain.  Allah membenci uang yang tidak berguna.  Uang tidak bisa didapat dengan menipu orang lain.  Allah adalah Allah yang baik untuk para pemberi kerja dan juga Allah yang baik bagi para pekerja.  Di dalam buku Yakobus dikatakan bahwa uang bukanlah untuk kesenangan.
2.         Seorang Kristen, adalah seseorang yang dengan sabar menunggu kedatangan Yesus yang kedua kali.  Kadang-kadang kita harus menunggu lama tapi tuaian sudah ada di depan kita.
3.         Seorang Kristen, dia yang selalu kembali kepada Allah dalam segala sesuatu, bukan hanya dalam keadaan susah tapi juga dalam keadaan suka.
4.         Seorang Kristen, adalah memenangkan jiwa orang lain.  Jika kamu mengetahui bahwa Yesus terjun ke dalam air dan menyelamatkan jiwamu, apakah kamu tidak ingin memperkenalkan Yesus kepada orang lain?

Kembalilah bertanya kepada diri kita masing-masing untuk menguji apakah kita benar-benar layak disebut seorang Kristen atau tidak?  Apakah kita telah menggunakan uang kita untuk menolong orang lain?  Apakah kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali?  Berbalik kepada Allah dalam segala situasi dan bukan hanya di saat situasi buruk saja tapi saat situasi menyenangkan juga?  Apakah kita memenangkan jiwa?
Apakah kita hanyalah seorang Kristen atau kita memiliki kriteria-kriteria seorang Kristen seperti di atas?  Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.

Setelah makan siang maka session selanjutnya dimulai pada pukul 14:00 dengan kesaksian hidup dari Kel. A. Marpaung, pengusaha sukses yang dalam jatuh bangun mereka selalu tetap berada di dalam bahtera Tuhan, apapun yang dilakukan dunia tapi hanya dengan menghandalkan Tuhan maka semua indah pada waktunya.  Di akhir dari kesaksian maka Pdt. J. Lubis, Pdt. Gary Rustad, Pdt. A. Saroinsong, Pdt. Joko Suwarso mengadakan doa khusus buat Kel. A. Marpaung khususnya buat Bpk. Marpaung yang walaupun bisa hadir tapi beliau menderita sakit yang menurutnya hanya Tuhanlah yang dokter di atas segala dokter yang bisa memberikan kesembuhan di dalam tubuhnya.
Dilanjutkan dengan kesaksian dan laporan dari 18 daerah-daerah mission yang terserbah di seluruh EIUC dan WIUC, mendengarkan secara langsung perkembangan pekerjaan Tuhan dari tiap-tiap mission field, hal ini yang kita tidak bisa temukan dimanapun kecuali mendengarkan langsung melalui utusan-utusan masing-masing daerah.
Setelah penutupan Sabat maka dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat, pin dan makalah seminar dalam bentuk CD, kemudian ritual paling penting yang tidak pernah terlupakan di akhir acara adalah foto bersama dengan pembicara.

Semoga hal-hal yang didapat selama seminar bisa berguna dan dibagikan kepada anggota jemaat dimana kita berbakti.  Tuhan memberkati kita semua dan sampai jumpa di Kongres yang akan datang.