Jumat, 23 November 2012

BRUISER OR A BUILDER


 I
ni adalah kesaksian pribadi yang terjadi pada diri saya sendiri. Ketika saya masih kecil, saya tidak suka melakukan akan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh orang tua saya. Tetapi saya paling senang dengan pekerjaan mengumpulkan telur-telur ayam dari kandang. Setiap siang, saya sudah siap selalu dengan keranjang telur dan mulai mengumpulkan telur ayam satu persatu dari kandang ayam. Ayah saya mempunyai usaha peternakan ayam. Betapa menyenangkan apabila saya melakukan tugas mengumpulkan telur-telur itu mulai dari satu kandang kepada kandang yang lain. Apalagi kalau saya mendapatkan telur ayam yang berwarna coklat dan yang masih panas, itu tandanya telur yang baru saja dikeluarkan/ditelurkan dari ayam tersebut.
Pada suatu hari, ketika saya sedang berjalan mengarah ke kandang untuk melakukan tugas rutin yang saya gemari, saya memperhatikan beberapa ayam yang besar sedang memperlakukan yang tidak pantas bagi ayam-ayam yang lebih kecil, ayam yang lebih besar mengejar-ngejar dan mematuk ayam-ayam yang lebih kecil lainnya. Tiga hari kemudian saya menemukan di mana ayam-ayam yang kecil itu sudah mati terbunuh disebabkan ulah dari ayam-ayam yang besar.
Kadangkala para remaja di sekolah pun berlaku seperti ayam-ayam tersebut. Mereka menemukan akan seseorang yang kecil dan lemah, atau kelihatan berbeda, dan mereka perlakukan dengan tidak baik, bahkan hinaan atau canda-canda yang memalukan mereka. Bahkan lebih parah lagi di mana mereka memanggil teman-temannya yang lain untuk bergabung dengan mereka dan menghina serta menambahkan canda-canda yang sangat menyakiti hati para kaum yang lemah itu.
Tony adalah salah satu murid kelas 9 di sekolah kami, yang memiliki sesuatu di dalam dirinya. Dia adalah murid yang tertinggi di sekolah kami walaupun baru kelas 9. Dan juga dialah murid yang tertua, dia juga murid yang terpintar dengan nilai yang paling tinggi di semua subjek-subjek mata pelajaran. Bahkan dia juga adalah orang yang paling sangat berpengaruh di sekolah kami. Bisa saja dia menggunakan akan kelebihan-kelebihannya dengan cara-cara yang dibuat oleh murid-murid yang lainnya. Tetapi Tony tidak begitu, malahan dia menggunakan semua dan segala kebolehannya dengan membantu teman-teman yang lainnya yang sangat membutuhkan pertolongan.
Dalam saat kelas berjalan, Tony membantu murid-murid yang lain dengan semua pelajaran-pelajaran. Teman-teman kelas lainnya sudah tahu bahwa Tony selalu menggunakan waktunya untuk membantu teman-temannya itu dengan pekerjaan rumah bahasa Inggris atau hal-hal yang susah dengan problema Matematika.
Bahkan setiap hari Selasa, adalah hari pelajaran Alkitab, Tony selalu sudah siap dengan ruangan yang sudah dibersihkan dan kursi-kursi sudah diatur rapi bagi semua yang akan hadir pada hari itu.
Menyakiti atau mempermainkan orang lain bukanlah suatu talenta. Akan ada selalu orang-orang di sekeliling kita yang lebih kecil atau rendah, lemah atau susah, tidak mempunyai kesanggupan yang dengan gampang saja kita permainkan, bahkan di dalam pekerjaan kita sendiri, atau di dalam rumah tangga kita, atau di dalam gereja kita.  Ingat yang menjadi karakter kita atau dorongan yang dapat kita berikan kepada diri kita sendiri untuk dapat menolong orang lain.
Saat ini juga kita mendapatkan kesempatan, apakah kita akan menyakiti sesama atau meniadakan sesama atau kita dapat memilih kesempatan yang indah seperti cerita nyata yang Yesus sampaikan yaitu tentang seorang Samaria yang baik hati, untuk menolong orang lain? Menjadi tantangan kita, bagaimanakah kita dapat menggunakan talenta-talenta yang Tuhan percayakan dan kebolehan-kebolehan yang Tuhan percayakan? Dalam bahasa Inggris dikatakan: “WILL YOU BE A BRUISER OR A BUILDER”?


Efesus 4:32
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Dr. Micah C. Gilmer



Tidak ada komentar: