|
|
ni
adalah kesaksian pribadi yang terjadi pada diri saya sendiri. Ketika saya masih
kecil, saya tidak suka melakukan akan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ditugaskan
oleh orang tua saya. Tetapi saya paling senang
dengan pekerjaan mengumpulkan telur-telur ayam dari kandang. Setiap siang, saya
sudah siap selalu dengan keranjang telur dan mulai mengumpulkan telur ayam satu
persatu dari kandang ayam. Ayah saya mempunyai usaha peternakan ayam. Betapa
menyenangkan apabila saya melakukan tugas mengumpulkan telur-telur itu mulai
dari satu kandang kepada kandang yang lain. Apalagi kalau saya mendapatkan
telur ayam yang berwarna coklat dan yang masih panas, itu tandanya telur yang
baru saja dikeluarkan/ditelurkan dari ayam tersebut.
Pada
suatu hari, ketika saya sedang berjalan mengarah ke kandang untuk melakukan
tugas rutin yang saya gemari, saya memperhatikan beberapa ayam yang besar
sedang memperlakukan yang tidak pantas bagi ayam-ayam yang lebih kecil, ayam
yang lebih besar mengejar-ngejar dan mematuk ayam-ayam yang lebih kecil
lainnya. Tiga hari kemudian saya menemukan di mana ayam-ayam yang kecil itu
sudah mati terbunuh disebabkan ulah dari ayam-ayam yang besar.
Kadangkala
para remaja di sekolah pun berlaku seperti ayam-ayam tersebut. Mereka menemukan
akan seseorang yang kecil dan lemah, atau kelihatan berbeda, dan mereka perlakukan
dengan tidak baik, bahkan hinaan atau canda-canda yang memalukan mereka. Bahkan
lebih parah lagi di mana mereka memanggil teman-temannya yang lain untuk
bergabung dengan mereka dan menghina serta menambahkan canda-canda yang sangat
menyakiti hati para kaum yang lemah itu.
Tony
adalah salah satu murid kelas 9 di sekolah kami, yang memiliki sesuatu di dalam
dirinya. Dia adalah murid yang tertinggi di sekolah kami walaupun baru kelas 9.
Dan juga dialah murid yang tertua, dia juga murid yang terpintar dengan nilai
yang paling tinggi di semua subjek-subjek mata pelajaran. Bahkan dia juga adalah
orang yang paling sangat berpengaruh di sekolah kami. Bisa saja dia menggunakan
akan kelebihan-kelebihannya dengan cara-cara yang dibuat oleh murid-murid yang
lainnya. Tetapi Tony tidak begitu, malahan dia menggunakan semua dan segala
kebolehannya dengan membantu teman-teman yang lainnya yang sangat membutuhkan
pertolongan.
Dalam
saat kelas berjalan, Tony membantu murid-murid yang lain dengan semua
pelajaran-pelajaran. Teman-teman kelas lainnya sudah tahu bahwa Tony selalu
menggunakan waktunya untuk membantu teman-temannya itu dengan pekerjaan rumah
bahasa Inggris atau hal-hal yang susah dengan problema Matematika.
Bahkan
setiap hari Selasa, adalah hari pelajaran Alkitab, Tony selalu sudah siap
dengan ruangan yang sudah dibersihkan dan kursi-kursi sudah diatur rapi bagi
semua yang akan hadir pada hari itu.
Menyakiti
atau mempermainkan orang lain bukanlah suatu talenta. Akan ada selalu
orang-orang di sekeliling kita yang lebih kecil atau rendah, lemah atau susah,
tidak mempunyai kesanggupan yang dengan gampang saja kita permainkan, bahkan di
dalam pekerjaan kita sendiri, atau di dalam rumah tangga kita, atau di dalam
gereja kita. Ingat yang menjadi karakter
kita atau dorongan yang dapat kita berikan kepada diri kita sendiri untuk dapat
menolong orang lain.
Saat
ini juga kita mendapatkan kesempatan, apakah kita akan menyakiti sesama atau
meniadakan sesama atau kita dapat memilih kesempatan yang indah seperti cerita
nyata yang Yesus sampaikan yaitu tentang seorang Samaria yang baik hati, untuk
menolong orang lain? Menjadi tantangan kita, bagaimanakah kita dapat
menggunakan talenta-talenta yang Tuhan percayakan dan kebolehan-kebolehan yang
Tuhan percayakan? Dalam
bahasa Inggris dikatakan: “WILL YOU BE A BRUISER OR A BUILDER”?
Efesus
4:32
“Tetapi
hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling
mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Dr. Micah C. Gilmer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar