Jumat, 26 Oktober 2012

Jadikan Dirimu Seseorang yang Lebih Baik

Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan
membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati
bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.

Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang
didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar. Pemuda
itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.

Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan
mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat
cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan
moral yang akan mengilhami yang lain!

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. Kekasihku sedang menunggu. Aku
hanya ingin ayam gorengku. Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si
pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu
kepada wartawan.

Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya. Aku tidak
mengerti kata pemilik restoran. Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia
yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada
dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon,
beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?

Itulah masalahnya, kata si pemuda: Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku, istriku
ada dirumah. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini.

Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ketempat ibadah,
berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak
demikian.

Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak
hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah
hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya
seseorang kagum padamu lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu
seseorang yang lebih baik.

Rabu, 24 Oktober 2012

Kisah dibalik Lagu 'Kau bri yang kupinta'


"Kau b'ri yang kupinta...
saat kumencari kumendapatkan..
kuketuk pintuMu dan Kau bukakan..
s'bab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal...
Takkan Kau biarkan...
aku melangkah hanya sendirian..
Kau selalu ada bagiku..
s'bab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal"

Lagu ini bukanlah berdasarkan pengalaman pribadi saya, tetapi kisah kasih yang sangat sederhana dari seorang hamba Tuhan kepada anak laki-lakinya.
Berikut ceritanya ......

Suatu ketika hamba Tuhan ini mengajak istri dan kedua anaknya pergi ke mall untuk berbelanja barang-barang kebutuhan mereka. Masing-masing sudah diberikan uang untuk membeli keperluan masing-masing. Sesampainya di mall, mereka berpisah karena kebutuhan yang akan dibeli berbeda-beda tempatnya. Istri hamba Tuhan ini berjalan bersama anak perempuan, sedangkan suaminya berjalan bersama anak laki-laki.

Hamba Tuhan ini bercerita, anak laki-lakinya ingin sekali membeli sepasang sepatu, yang bisa dipakai saat melayani sebagai singer di gereja, tetapi ketika dilihat harganya di luar budget yang diberikan. Dia tidak tega minta tambahan uang kepada papanya, karena dia tahu papanya juga punya kebutuhan penting untuk dibeli.

Melihat harga yang mahal, papa mengajak anaknya untuk mencari sepatu lain di toko lainnya. Kemudian mereka berpisah supaya lebih leluasa dalam mencari.
Beberapa saat kemudian, hamba Tuhan ini mencari anaknya, dan ia menemukan anaknya terpaku di depan etalase toko yang telah mereka datangi bersama tadi, memandangi sepatu mahal yang sangat diinginkan tapi tidak mampu untuk membelinya.
Sangat menginginkan, tapi tidak tega minta kepada papa.

Saat itu rasa kasih yang dalam sebagai papa memenuhi hamba Tuhan ini.
Ia menghampiri anaknya dan mengajaknya untuk membeli sepatu itu.
"Jangan papa, sepatu ini mahal, papa juga punya kebutuhan yang harus dibeli", demikian seru sang anak.
Papanya berkata, "Tidak apa-apa nak, papa tunda dulu membeli yang papa butuhkan. Kamu layak memperoleh sepatu ini, apalagi kamu akan pakai sepatu ini untuk melayani Tuhan." Sepatu pun dibeli. Sang anak pulang dengan bahagia.
Hamba Tuhan ini berkata dalam kotbahnya, "Kalau saya bapa jasmani yang tidak sempurna dalam mengasihi, dapat memberikan segalanya kepada anak saya, apalagi Bapa di Surga kepada kita anak-anakNya. Dia mengasihi dengan kasih yang sempurna dan selama-lamanya, karena Dia adalah Bapa Yang Kekal."

Kalimat yang diucapkan hamba Tuhan ini sangat mempengaruhi saya.
Berhari-hari saya memikirkannya dan merenungkannya, akhirnya saya menuliskan sebuah lagu yang diberi judul "Bapa Yang Kekal".
Di ujung pembuatan lagu ini, di kamar saya menangis sejadi-jadinya.
Bukan tangisan dukacita, tapi sukacita, karena dikasihi oleh Bapa Di Surga yang tidak pernah meninggalkan saya. Dia selalu ada di samping saya.
Dan Dia mengasihi saya sebagai anakNya.

Papa saya pulang ke rumah Bapa tahun 1991.
Saya memiliki dia sebagai bapa di dunia ini hanya selama 25 tahun saja.
Dan hampir sepanjang tahun-tahun yang kami lalui, sulit bagi saya merasakan kasihnya.
Kalau sepanjang pemenuhan kebutuhan hidup, sekolah, fasilitas, betul, papa mengasihi. Tapi secara jiwani saya sulit merasakannya.
Anak-anaknya tumbuh dalam didikan yang kaku dari papa.
Kalau papa ada di rumah, rasanya suasana tegang sekali. Anak-anak tidak bebas berekspresi, mengemukakan pendapat, apalagi meminta sesuatu.
Saya ke gereja hanya kalau papa dan mama sedang ada di rumah.
Karena mereka bertugas di luar kota, jadi hanya 2 minggu sekali datang mengunjungi anak-anaknya. Kalau papa sudah kembali ke luarkota, rasanya kehidupan menjadi merdeka.
Papa akan marah kepada mama kalau melakukan kesalahan, dan mama akan melampiaskan kemarahan kepada anak-anak. Karena papa orangnya sangat perfeksionis, jadi kalau sedang berada di rumah, semua harus berjalan sesuai prosedur.
Kapan harus menyalakan lampu (tidak boleh terlalu cepat juga tidak boleh terlambat), bahkan sampai membawa nampan saat menghidangkan teh untuk tamu ada prosedurnya. Kalau melakukan tidak seperti yang diperintahkan, kesalahan kecil sekalipun akan membuat papa marah dan ngambek dan bisa berlangsung berhari-hari.
Setiap akhir tahun kami rutin membuat kebaktian keluarga, dan selalu papa menyesali perbuatannya dan janji tidak akan mengulanginya lagi. Papa berjanji di tahun yang baru ia tidak akan gampang marah dan ngambek lagi. Dan janji itu hanya bertahan beberapa jam saja . Karena keesokan harinya papa sudah kembali kepada dirinya yang lama.

Begitu tegangnya suasana rumah, sehingga saya bertekad harus kuliah jauh dari kediaman kami. Dan saya diterima di ITB. Rasanya legaaaaa sekali. Paling nggak, selama setahun saya nggak perlu menginjakkan kaki di rumah (setahun sekali saya baru pulang ke rumah). Setahun saya nggak perlu merasakan suasana tegang. Setahun saya bebas dari intimidasi perasaan.
Tapi justru di Bandung saya mengenal Tuhan Yesus secara pribadi.
Saya yang tidak pernah ke gereja, tidak pernah sungguh-sungguh mencari Tuhan, tapi dikasihi Bapa Di Surga. Yesus mencari dan menemukan saya. Saya mulai mengenal kasih Bapa dan saya dipuaskan oleh kasihNya. Sejak saat itu saya mulai mendoakan keselamatan papa dan seluruh keluarga saya.

Semakin tua papa mulai pelan-pelan berubah. Ia ingin lebih dekat kepada anak-anaknya. Tapi anak-anak sudah kadung selalu ingin menjaga jarak dengan papa.
Saya ingat suatu malam kami anak-anaknya sedang rame-rame kumpul di ruang keluarga menonton TV sambil bercengkerama. Kemudian papa keluar dari kamarnya dan ingin menikmati kehangatan keluarga bersama anak-anak. Begitu papa bergabung, suasana langsung tegang, dan kemudian satu persatu anak-anak secara perlahan meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kamar masing-masing. Dan papa ditinggal sendirian.
Adik saya yang bungsu sangat kecewa pada didikan papa yang keras dan kaku, sehingga ia berkata kepada mama "Ma kalau papa meninggal,... kayaknya aku nggak bakalan nangis...."

Puji Tuhan di akhir hidupnya, papa sudah banyak berubah dan sebelum menghembuskan nafas terakhir Ia sudah menerima Tuhan Yesus sebagai
Juru Selamat pribadinya (Tuhan menjawab doa saya !!).
Sebenarnya papa adalah bapa yang baik, hanya ia tidak mengerti bagaimana menyalurkan kasih dengan semestinya kepada anak-anaknya.
Kesaksian hidupnya membuktikan papa adalah pekerja keras yang sangat bertanggung jawab kepada kehidupan anak istrinya. Semua kebutuhan hidup kami dipenuhi. Bahkan hal-hal kecilpun tak luput dari perhatiannya.
Saya ingat saat saya main keyboard di kamar kost saya di Bandung, papa melihat saya memainkannya di lantai karena tidak punya stand keyboard. Tanpa saya minta, papa membelikan stand keyboard. Saya sangat tersentuh saat itu.

Ketika papa sudah dikebumikan, kami buka tas kantornya (karena sehari sebelum meninggal papa masih ke kantor), dan kami menemukan di tas papa ada obat jerawat untuk adik saya yang bungsu yang memang saat itu wajahnya lagi jerawatan. Rasanya nggak mungkin papa yang kami kenal akan berbuat itu.
Saya percaya hati adik saya tersentuh. Di saat-saat terakhirnya, adik saya ada dalam pikiran papa.

Saya sangat mengerti ketika Tuhan Yesus berkata,
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga ! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya."
(Matius 7:11)

Papa yang sangat tidak sempurna dalam mengasihi kami, tetapi tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa Di Surga.


Kalau saya menyaksikan kehidupan kami sekeluarga, bukan karena saya tidak menghormati dan mengasihi papa (saya sungguh sangat menghormati dan mengasihinya). Saya percaya papa sangat mengasihi kami juga tapi tidak mengerti bagaimana seharusnya mengasihi. Latar belakang kehidupannya yang membuatnya tidak bisa menyalurkan kasih sebagaimana mestinya.

Saat ini saya percaya ada banyak anak yang merasa tidak berbapa, walaupun papa masih ada. Merasa tidak dikasihi, bahkan ada yang dianiaya secara fisik ataupun jiwani oleh papa sendiri.
Tapi kalau Anda sudah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, Anda adalah orang yang paling berbahagia. Karena Yesus adalah Bapa Yang Kekal.
Sekalipun rasanya kita tidak dikasihi bapa jasmani, tapi kalau kita mengenal Dia sebagai Bapa Yang Kekal, kita adalah orang-orang yang lebih beruntung daripada yang selama hidupnya mengalami kasih bapa jasmani tapi tidak pernah mengenal kasih Bapa Yang Kekal.
Normalnya....
Seorang anak tidak akan takut meminta kepada bapanya.
Seorang anak tidak akan takut salah, saat meminta kepada bapanya.
Sebab ia adalah bapa, yang mengasihi anak-anaknya.

Bapa dunia yang 'jahat' saja demikian, apalagi Bapa Di Surga, Bapa Yang Kekal.

Semoga teman-teman diberkati dengan kesaksian sederhana ini.
Kalau kita mencari kasih yang sempurna pada bapa jasmani, maka kita akan kecewa. Karena sebaik apapun mereka masih tetap manusia yang tidak luput dari kelemahan dan ketidaksempurnaan.
Tapi kita tidak akan pernah kecewa saat mengandalkan kasih Bapa Di Surga.
Karena kasihNya sempurna, dan bukan hanya 60, 70 tahun bersama-sama kita, tetapi selama-lamanya Ia menjadi Bapa.
Dialah Bapa Yang Kekal..

God bLess You.. ^^

7 Cara Sukses menurut Amsal Salomo

1> ANDALKAN BERKAT TUHAN (Amsal 3: 5-6)
Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2> CARILAH PENGETAHUAN (Ams 19: 20)
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.

3> RAJIN & CEKATAN (Ams 10: 4)
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.

4> BERLAKU JUJUR & BENAR (Ams 16: 8)
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa

5> JAGA PEMBICARAAN (Ams 10: 19)
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.

6> SABAR & TENANG (Ams 16: 32)
Hati yang sabar dan tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

7> JANGAN INGIN CEPAT KAYA (Ams 13:11)
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah: Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini, Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa; Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

MENARA BABEL



Beberapa orang dari keturunan Nuh tidak lama mulai murtad. Sebagian mengikuti teladan Nuh dan menuruti perintah-perintah Allah; yang lain menjadi orang-orang tidak percaya dan memberontak, bahkan orang-orang ini sama sekali tidak percaya mengenai Air Bah. Ada yang tidak percaya akan adanya Allah, dan di dalam pikiran mereka sendiri menganggap Air Bah itu berasal dari sebab-sebab alamiah. Yang lain percaya bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia membinasakan bangsa dahulu kala itu dengan air bah; dan perasaan mereka, sama seperti Kain, bangkit memberontak melawan Allah oleh sebab Ia membinasakan orang-orang dari bumi dan mengutuki bumi ketiga kalinya dengan air bah.
Mereka yang menjadi musuh Allah merasa setiap hari ditegur oleh percakapan yang benar dan kehidupan yang saleh dari orang-orang yang mengasihi, menuruti, dan meninggikan Allah. Orang-orang yang tidak percaya berembuk di antara mereka sendiri dan sepakat untuk memisahkan diri dari orang-orang yang setia, yang kehidupan mereka  yang benar merupakan suatu pengekangan yang terus-menerus terhadap jalan mereka yang jahat. Mereka pergi menjauh dari orang-orang yang setia dan memilih suatu lembah yang luas di mana mereka tinggal. Mereka membangun sebuah kota untuk mereka, dan kemudian menelorkan gagasan untuk membangun sebuah menara yang tinggi yang akan mencapai awan-awan, supaya mereka dapat tinggal bersama-sama di dalam kota dan menara itu, dan tidak lagi tersebar.
                Mereka beralasan bahwa mereka akan aman sekiranya ada air bah lain, karena mereka akan membangun menara mereka jauh lebih tinggi dari pada tingginya air pada waktu Air Bah, dan seluruh dunia akan menghormati mereka, dan mereka akan menjadi seperti dewa-dewa serta memerintah orang banyak. Menara ini diperkirakan adalah untuk meninggikan para pembangunnya, dan dirancang untuk mengalihkan perhatian orang-orang lain yang akan hidup di atas bumi dari Allah untuk bergabung dengan mereka dalam penyembahan berhala mereka. Sebelum pekerjaan pembangunan menara itu selesai, orang-orang tinggal di menara itu. Kamar-kamar dilengkapi dengan nyaman, dihiasi, dan dipersembahkan kepada berhala mereka. Mereka yang tidak percaya pada Allah membayangkan jika menara mereka bisa mencapai sampai ke awan-awan, maka mereka akan dapat menemukan alasan-alasan penyebab Air Bah itu.  
                Mereka meninggikan diri mereka sendiri melawan Allah. Tetapi Ia tidak akan membiarkan mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka telah membangun menara mereka sampai sudah tinggi sekali ketika Tuhan menyuruh dua orang malaikat untuk mengacaukan pekerjaan mereka. Orang-orang telah ditentukan untuk menerima pesan dari para pekerja di puncak menara itu, yang meminta bahan untuk pekerjaan mereka, di mana yang pertama akan menyampaikan permintaan itu kepada yang kedua, dan seterusnya kepada yang ketiga, sampai pesan itu tiba pada mereka yang berada di atas tanah. Ketika pesan itu disampaikan dari satu orang kepada yang lain supaya sampai ke bawah, malaikat-malaikat itu mengacaukan bahasa mereka, dan ketika pesan itu tiba pada para pekerja di atas tanah, bahan yang diminta bukanlah yang diperlukan. Dan setelah proses kerja keras untuk menyampaikan bahan itu kepada orang-orang yang bekerja di puncak menara itu, ternyata itu bukanlah bahan yang mereka perlukan. Dengan kecewa dan marah, mereka menegor orang-orang yang mereka duga bersalah.
Setelah hal ini terjadi tidak ada lagi keselarasan dalam pekerjaan mereka. Mereka saling memarahi, dan tidak dapat memertangung jawabkan karena salah pengertian dan kata-kata aneh di antara mereka, mereka meninggalkan pekerjaan itu dan berpisah dari satu sama lain lalu menyebar ke seluruh bumi. Sampai pada waktu ini manusia hanya memakai satu bahasa. Kilat dari langit, sebagai tanda murka Allah, menghancurkan puncak menara mereka, menghempaskannya ke atas tanah. Demikianlah Allah menunjukkan kepada manusia yang berontak bahwa Ia adalah yang paling berkuasa.

Diterjemahkan bebas oleh 
Pdt. Roy M. Hutasoit

Minggu, 21 Oktober 2012

4 KRITERIA ORANG KRISTEN



 Firman Tuhan untuk Jam Khotbah dibawakan oleh Pdt. Gary R. Rustad dan diterjemahkan oleh Pdt. Wendell Mandolang, Stewardship & Trust Services Dept., SSD.  Ayat tema diambil dari Yakobus 5:1-3:
5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
Kita memberi menurut kasih kita.  Ajarkan mereka mengasihi Yesus daripada mendorong mereka untuk memberi perpuluhan, 10% tidak menjadi patokan bagi anggota jemaat kita karena pemberian itu berdasarkan kasih.

Ada empat kriteria bagi mereka yang mengaku Kristen:
1.         Seorang Kristen, melihat uang untuk menolong orang lain.  Allah membenci uang yang tidak berguna.  Uang tidak bisa didapat dengan menipu orang lain.  Allah adalah Allah yang baik untuk para pemberi kerja dan juga Allah yang baik bagi para pekerja.  Di dalam buku Yakobus dikatakan bahwa uang bukanlah untuk kesenangan.
2.         Seorang Kristen, adalah seseorang yang dengan sabar menunggu kedatangan Yesus yang kedua kali.  Kadang-kadang kita harus menunggu lama tapi tuaian sudah ada di depan kita.
3.         Seorang Kristen, dia yang selalu kembali kepada Allah dalam segala sesuatu, bukan hanya dalam keadaan susah tapi juga dalam keadaan suka.
4.         Seorang Kristen, adalah memenangkan jiwa orang lain.  Jika kamu mengetahui bahwa Yesus terjun ke dalam air dan menyelamatkan jiwamu, apakah kamu tidak ingin memperkenalkan Yesus kepada orang lain?

Kembalilah bertanya kepada diri kita masing-masing untuk menguji apakah kita benar-benar layak disebut seorang Kristen atau tidak?  Apakah kita telah menggunakan uang kita untuk menolong orang lain?  Apakah kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali?  Berbalik kepada Allah dalam segala situasi dan bukan hanya di saat situasi buruk saja tapi saat situasi menyenangkan juga?  Apakah kita memenangkan jiwa?
Apakah kita hanyalah seorang Kristen atau kita memiliki kriteria-kriteria seorang Kristen seperti di atas?  Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.

Setelah makan siang maka session selanjutnya dimulai pada pukul 14:00 dengan kesaksian hidup dari Kel. A. Marpaung, pengusaha sukses yang dalam jatuh bangun mereka selalu tetap berada di dalam bahtera Tuhan, apapun yang dilakukan dunia tapi hanya dengan menghandalkan Tuhan maka semua indah pada waktunya.  Di akhir dari kesaksian maka Pdt. J. Lubis, Pdt. Gary Rustad, Pdt. A. Saroinsong, Pdt. Joko Suwarso mengadakan doa khusus buat Kel. A. Marpaung khususnya buat Bpk. Marpaung yang walaupun bisa hadir tapi beliau menderita sakit yang menurutnya hanya Tuhanlah yang dokter di atas segala dokter yang bisa memberikan kesembuhan di dalam tubuhnya.
Dilanjutkan dengan kesaksian dan laporan dari 18 daerah-daerah mission yang terserbah di seluruh EIUC dan WIUC, mendengarkan secara langsung perkembangan pekerjaan Tuhan dari tiap-tiap mission field, hal ini yang kita tidak bisa temukan dimanapun kecuali mendengarkan langsung melalui utusan-utusan masing-masing daerah.
Setelah penutupan Sabat maka dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat, pin dan makalah seminar dalam bentuk CD, kemudian ritual paling penting yang tidak pernah terlupakan di akhir acara adalah foto bersama dengan pembicara.

Semoga hal-hal yang didapat selama seminar bisa berguna dan dibagikan kepada anggota jemaat dimana kita berbakti.  Tuhan memberkati kita semua dan sampai jumpa di Kongres yang akan datang.