Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan
membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati
bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang
didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar. Pemuda
itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan
mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat
cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan
moral yang akan mengilhami yang lain!
Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. Kekasihku sedang menunggu. Aku
hanya ingin ayam gorengku. Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si
pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu
kepada wartawan.
Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya. Aku tidak
mengerti kata pemilik restoran. Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia
yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada
dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon,
beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?
Itulah masalahnya, kata si pemuda: Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku, istriku
ada dirumah. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini.
Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ketempat ibadah,
berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak
demikian.
Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah penting berapa banyak
hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah
hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya
seseorang kagum padamu lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu
seseorang yang lebih baik.
Jumat, 26 Oktober 2012
Rabu, 24 Oktober 2012
Kisah dibalik Lagu 'Kau bri yang kupinta'
"Kau b'ri yang kupinta...
saat kumencari kumendapatkan..
kuketuk pintuMu dan Kau bukakan..
s'bab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal...
Takkan Kau biarkan...
aku melangkah hanya sendirian..
Kau selalu ada bagiku..
s'bab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal"
Lagu ini bukanlah berdasarkan pengalaman pribadi saya,
tetapi kisah kasih yang sangat sederhana dari seorang hamba Tuhan kepada anak
laki-lakinya.
Berikut ceritanya ......
Suatu ketika hamba Tuhan ini mengajak istri dan kedua
anaknya pergi ke mall untuk berbelanja barang-barang kebutuhan mereka.
Masing-masing sudah diberikan uang untuk membeli keperluan masing-masing.
Sesampainya di mall, mereka berpisah karena kebutuhan yang akan dibeli
berbeda-beda tempatnya. Istri hamba Tuhan ini berjalan bersama anak perempuan,
sedangkan suaminya berjalan bersama anak laki-laki.
Hamba Tuhan ini bercerita, anak laki-lakinya ingin sekali
membeli sepasang sepatu, yang bisa dipakai saat melayani sebagai singer di
gereja, tetapi ketika dilihat harganya di luar budget yang diberikan. Dia tidak
tega minta tambahan uang kepada papanya, karena dia tahu papanya juga punya
kebutuhan penting untuk dibeli.
Melihat harga yang mahal, papa mengajak anaknya untuk
mencari sepatu lain di toko lainnya. Kemudian mereka berpisah supaya lebih
leluasa dalam mencari.
Beberapa saat kemudian, hamba Tuhan ini mencari anaknya, dan
ia menemukan anaknya terpaku di depan etalase toko yang telah mereka datangi
bersama tadi, memandangi sepatu mahal yang sangat diinginkan tapi tidak mampu
untuk membelinya.
Sangat menginginkan, tapi tidak tega minta kepada papa.
Saat itu rasa kasih yang dalam sebagai papa memenuhi hamba
Tuhan ini.
Ia menghampiri anaknya dan mengajaknya untuk membeli sepatu
itu.
"Jangan papa, sepatu ini mahal, papa juga punya
kebutuhan yang harus dibeli", demikian seru sang anak.
Papanya berkata, "Tidak apa-apa nak, papa tunda dulu
membeli yang papa butuhkan. Kamu layak memperoleh sepatu ini, apalagi kamu akan
pakai sepatu ini untuk melayani Tuhan." Sepatu pun dibeli. Sang anak
pulang dengan bahagia.
Hamba Tuhan ini berkata dalam kotbahnya, "Kalau saya
bapa jasmani yang tidak sempurna dalam mengasihi, dapat memberikan segalanya
kepada anak saya, apalagi Bapa di Surga kepada kita anak-anakNya. Dia mengasihi
dengan kasih yang sempurna dan selama-lamanya, karena Dia adalah Bapa Yang
Kekal."
Kalimat yang diucapkan hamba Tuhan ini sangat mempengaruhi
saya.
Berhari-hari saya memikirkannya dan merenungkannya, akhirnya
saya menuliskan sebuah lagu yang diberi judul "Bapa Yang Kekal".
Di ujung pembuatan lagu ini, di kamar saya menangis
sejadi-jadinya.
Bukan tangisan dukacita, tapi sukacita, karena dikasihi oleh
Bapa Di Surga yang tidak pernah meninggalkan saya. Dia selalu ada di samping
saya.
Dan Dia mengasihi saya sebagai anakNya.
Papa saya pulang ke rumah Bapa tahun 1991.
Saya memiliki dia sebagai bapa di dunia ini hanya selama 25
tahun saja.
Dan hampir sepanjang tahun-tahun yang kami lalui, sulit bagi
saya merasakan kasihnya.
Kalau sepanjang pemenuhan kebutuhan hidup, sekolah,
fasilitas, betul, papa mengasihi. Tapi secara jiwani saya sulit merasakannya.
Anak-anaknya tumbuh dalam didikan yang kaku dari papa.
Kalau papa ada di rumah, rasanya suasana tegang sekali.
Anak-anak tidak bebas berekspresi, mengemukakan pendapat, apalagi meminta
sesuatu.
Saya ke gereja hanya kalau papa dan mama sedang ada di
rumah.
Karena mereka bertugas di luar kota, jadi hanya 2 minggu
sekali datang mengunjungi anak-anaknya. Kalau papa sudah kembali ke luarkota,
rasanya kehidupan menjadi merdeka.
Papa akan marah kepada mama kalau melakukan kesalahan, dan
mama akan melampiaskan kemarahan kepada anak-anak. Karena papa orangnya sangat
perfeksionis, jadi kalau sedang berada di rumah, semua harus berjalan sesuai
prosedur.
Kapan harus menyalakan lampu (tidak boleh terlalu cepat juga
tidak boleh terlambat), bahkan sampai membawa nampan saat menghidangkan teh
untuk tamu ada prosedurnya. Kalau melakukan tidak seperti yang diperintahkan,
kesalahan kecil sekalipun akan membuat papa marah dan ngambek dan bisa
berlangsung berhari-hari.
Setiap akhir tahun kami rutin membuat kebaktian keluarga,
dan selalu papa menyesali perbuatannya dan janji tidak akan mengulanginya lagi.
Papa berjanji di tahun yang baru ia tidak akan gampang marah dan ngambek lagi.
Dan janji itu hanya bertahan beberapa jam saja . Karena keesokan harinya papa
sudah kembali kepada dirinya yang lama.
Begitu tegangnya suasana rumah, sehingga saya bertekad harus
kuliah jauh dari kediaman kami. Dan saya diterima di ITB. Rasanya legaaaaa
sekali. Paling nggak, selama setahun saya nggak perlu menginjakkan kaki di
rumah (setahun sekali saya baru pulang ke rumah). Setahun saya nggak perlu
merasakan suasana tegang. Setahun saya bebas dari intimidasi perasaan.
Tapi justru di Bandung saya mengenal Tuhan Yesus secara
pribadi.
Saya yang tidak pernah ke gereja, tidak pernah
sungguh-sungguh mencari Tuhan, tapi dikasihi Bapa Di Surga. Yesus mencari dan
menemukan saya. Saya mulai mengenal kasih Bapa dan saya dipuaskan oleh
kasihNya. Sejak saat itu saya mulai mendoakan keselamatan papa dan seluruh
keluarga saya.
Semakin tua papa mulai pelan-pelan berubah. Ia ingin lebih
dekat kepada anak-anaknya. Tapi anak-anak sudah kadung selalu ingin menjaga
jarak dengan papa.
Saya ingat suatu malam kami anak-anaknya sedang rame-rame
kumpul di ruang keluarga menonton TV sambil bercengkerama. Kemudian papa keluar
dari kamarnya dan ingin menikmati kehangatan keluarga bersama anak-anak. Begitu
papa bergabung, suasana langsung tegang, dan kemudian satu persatu anak-anak
secara perlahan meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kamar masing-masing.
Dan papa ditinggal sendirian.
Adik saya yang bungsu sangat kecewa pada didikan papa yang
keras dan kaku, sehingga ia berkata kepada mama "Ma kalau papa meninggal,...
kayaknya aku nggak bakalan nangis...."
Puji Tuhan di akhir hidupnya, papa sudah banyak berubah dan
sebelum menghembuskan nafas terakhir Ia sudah menerima Tuhan Yesus sebagai
Juru Selamat pribadinya (Tuhan menjawab doa saya !!).
Sebenarnya papa adalah bapa yang baik, hanya ia tidak
mengerti bagaimana menyalurkan kasih dengan semestinya kepada anak-anaknya.
Kesaksian hidupnya membuktikan papa adalah pekerja keras
yang sangat bertanggung jawab kepada kehidupan anak istrinya. Semua kebutuhan
hidup kami dipenuhi. Bahkan hal-hal kecilpun tak luput dari perhatiannya.
Saya ingat saat saya main keyboard di kamar kost saya di
Bandung, papa melihat saya memainkannya di lantai karena tidak punya stand
keyboard. Tanpa saya minta, papa membelikan stand keyboard. Saya sangat
tersentuh saat itu.
Ketika papa sudah dikebumikan, kami buka tas kantornya
(karena sehari sebelum meninggal papa masih ke kantor), dan kami menemukan di
tas papa ada obat jerawat untuk adik saya yang bungsu yang memang saat itu
wajahnya lagi jerawatan. Rasanya nggak mungkin papa yang kami kenal akan
berbuat itu.
Saya percaya hati adik saya tersentuh. Di saat-saat
terakhirnya, adik saya ada dalam pikiran papa.
Saya sangat mengerti ketika Tuhan Yesus berkata,
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang
baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga ! Ia akan memberikan yang
baik kepada mereka yang meminta kepadaNya."
(Matius 7:11)
Papa yang sangat tidak sempurna dalam mengasihi kami, tetapi
tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa Di Surga.
Kalau saya menyaksikan kehidupan kami sekeluarga, bukan
karena saya tidak menghormati dan mengasihi papa (saya sungguh sangat
menghormati dan mengasihinya). Saya percaya papa sangat mengasihi kami juga
tapi tidak mengerti bagaimana seharusnya mengasihi. Latar belakang kehidupannya
yang membuatnya tidak bisa menyalurkan kasih sebagaimana mestinya.
Saat ini saya percaya ada banyak anak yang merasa tidak
berbapa, walaupun papa masih ada. Merasa tidak dikasihi, bahkan ada yang
dianiaya secara fisik ataupun jiwani oleh papa sendiri.
Tapi kalau Anda sudah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru
Selamat, Anda adalah orang yang paling berbahagia. Karena Yesus adalah Bapa
Yang Kekal.
Sekalipun rasanya kita tidak dikasihi bapa jasmani, tapi
kalau kita mengenal Dia sebagai Bapa Yang Kekal, kita adalah orang-orang yang
lebih beruntung daripada yang selama hidupnya mengalami kasih bapa jasmani tapi
tidak pernah mengenal kasih Bapa Yang Kekal.
Normalnya....
Seorang anak tidak akan takut meminta kepada bapanya.
Seorang anak tidak akan takut salah, saat meminta kepada
bapanya.
Sebab ia adalah bapa, yang mengasihi anak-anaknya.
Bapa dunia yang 'jahat' saja demikian, apalagi Bapa Di
Surga, Bapa Yang Kekal.
Semoga teman-teman diberkati dengan kesaksian sederhana ini.
Kalau kita mencari kasih yang sempurna pada bapa jasmani,
maka kita akan kecewa. Karena sebaik apapun mereka masih tetap manusia yang
tidak luput dari kelemahan dan ketidaksempurnaan.
Tapi kita tidak akan pernah kecewa saat mengandalkan kasih
Bapa Di Surga.
Karena kasihNya sempurna, dan bukan hanya 60, 70 tahun
bersama-sama kita, tetapi selama-lamanya Ia menjadi Bapa.
Dialah Bapa Yang Kekal..
God bLess You.. ^^
7 Cara Sukses menurut Amsal Salomo
1> ANDALKAN BERKAT TUHAN (Amsal 3: 5-6)
Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
2> CARILAH PENGETAHUAN (Ams 19: 20)
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.
3> RAJIN & CEKATAN (Ams 10: 4)
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.
4> BERLAKU JUJUR & BENAR (Ams 16: 8)
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa
5> JAGA PEMBICARAAN (Ams 10: 19)
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.
6> SABAR & TENANG (Ams 16: 32)
Hati yang sabar dan tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
7> JANGAN INGIN CEPAT KAYA (Ams 13:11)
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah: Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini, Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa; Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.
Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
2> CARILAH PENGETAHUAN (Ams 19: 20)
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.
3> RAJIN & CEKATAN (Ams 10: 4)
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.
4> BERLAKU JUJUR & BENAR (Ams 16: 8)
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa
5> JAGA PEMBICARAAN (Ams 10: 19)
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran.
6> SABAR & TENANG (Ams 16: 32)
Hati yang sabar dan tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
7> JANGAN INGIN CEPAT KAYA (Ams 13:11)
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah: Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini, Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa; Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.
MENARA BABEL
Beberapa orang dari keturunan Nuh tidak lama mulai
murtad. Sebagian mengikuti teladan Nuh dan menuruti perintah-perintah Allah;
yang lain menjadi orang-orang tidak percaya dan memberontak, bahkan orang-orang
ini sama sekali tidak percaya mengenai Air Bah. Ada yang tidak percaya akan
adanya Allah, dan di dalam pikiran mereka sendiri menganggap Air Bah itu
berasal dari sebab-sebab alamiah. Yang lain percaya bahwa Allah itu ada dan
bahwa Ia membinasakan bangsa dahulu kala itu dengan air bah; dan perasaan mereka,
sama seperti Kain, bangkit memberontak melawan Allah oleh sebab Ia membinasakan
orang-orang dari bumi dan mengutuki bumi ketiga kalinya dengan air bah.
Mereka yang menjadi musuh Allah
merasa setiap hari ditegur oleh percakapan yang benar dan kehidupan yang saleh
dari orang-orang yang mengasihi, menuruti, dan meninggikan Allah. Orang-orang
yang tidak percaya berembuk di antara mereka sendiri dan sepakat untuk
memisahkan diri dari orang-orang yang setia, yang kehidupan mereka yang benar merupakan suatu pengekangan yang
terus-menerus terhadap jalan mereka yang jahat. Mereka pergi menjauh dari
orang-orang yang setia dan memilih suatu lembah yang luas di mana mereka
tinggal. Mereka membangun sebuah kota untuk mereka, dan kemudian menelorkan
gagasan untuk membangun sebuah menara yang tinggi yang akan mencapai awan-awan,
supaya mereka dapat tinggal bersama-sama di dalam kota dan menara itu, dan
tidak lagi tersebar.
Mereka
beralasan bahwa mereka akan aman sekiranya ada air bah lain, karena mereka akan
membangun menara mereka jauh lebih tinggi dari pada tingginya air pada waktu
Air Bah, dan seluruh dunia akan menghormati mereka, dan mereka akan menjadi
seperti dewa-dewa serta memerintah orang banyak. Menara ini diperkirakan adalah
untuk meninggikan para pembangunnya, dan dirancang untuk mengalihkan perhatian
orang-orang lain yang akan hidup di atas bumi dari Allah untuk bergabung dengan
mereka dalam penyembahan berhala mereka. Sebelum pekerjaan pembangunan menara
itu selesai, orang-orang tinggal di menara itu. Kamar-kamar dilengkapi dengan
nyaman, dihiasi, dan dipersembahkan kepada berhala mereka. Mereka yang tidak
percaya pada Allah membayangkan jika menara mereka bisa mencapai sampai ke
awan-awan, maka mereka akan dapat menemukan alasan-alasan penyebab Air Bah itu.
Mereka
meninggikan diri mereka sendiri melawan Allah. Tetapi Ia tidak akan membiarkan
mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka telah membangun menara mereka
sampai sudah tinggi sekali ketika Tuhan menyuruh dua orang malaikat untuk
mengacaukan pekerjaan mereka. Orang-orang telah ditentukan untuk menerima pesan
dari para pekerja di puncak menara itu, yang meminta bahan untuk pekerjaan
mereka, di mana yang pertama akan menyampaikan permintaan itu kepada yang
kedua, dan seterusnya kepada yang ketiga, sampai pesan itu tiba pada mereka
yang berada di atas tanah. Ketika pesan itu disampaikan dari satu orang kepada
yang lain supaya sampai ke bawah, malaikat-malaikat itu mengacaukan bahasa
mereka, dan ketika pesan itu tiba pada para pekerja di atas tanah, bahan yang
diminta bukanlah yang diperlukan. Dan setelah proses kerja keras untuk
menyampaikan bahan itu kepada orang-orang yang bekerja di puncak menara itu,
ternyata itu bukanlah bahan yang mereka perlukan. Dengan kecewa dan marah,
mereka menegor orang-orang yang mereka duga bersalah.
Setelah hal
ini terjadi tidak ada lagi keselarasan dalam pekerjaan mereka. Mereka saling
memarahi, dan tidak dapat memertangung jawabkan karena salah pengertian dan
kata-kata aneh di antara mereka, mereka meninggalkan pekerjaan itu dan berpisah
dari satu sama lain lalu menyebar ke seluruh bumi. Sampai pada waktu ini
manusia hanya memakai satu bahasa. Kilat dari langit, sebagai tanda murka
Allah, menghancurkan puncak menara mereka, menghempaskannya ke atas tanah.
Demikianlah Allah menunjukkan kepada manusia yang berontak bahwa Ia adalah yang
paling berkuasa.
Diterjemahkan bebas oleh
Pdt. Roy M. Hutasoit
Minggu, 21 Oktober 2012
4 KRITERIA ORANG KRISTEN
Firman Tuhan untuk
Jam Khotbah dibawakan oleh Pdt. Gary R. Rustad dan diterjemahkan oleh Pdt.
Wendell Mandolang, Stewardship & Trust Services Dept., SSD. Ayat tema diambil dari Yakobus 5:1-3:
5:1 Jadi sekarang
hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan
menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu
sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan
perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan
akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari
yang sedang berakhir.
Kita memberi
menurut kasih kita. Ajarkan mereka
mengasihi Yesus daripada mendorong mereka untuk memberi perpuluhan, 10% tidak
menjadi patokan bagi anggota jemaat kita karena pemberian itu berdasarkan
kasih.
Ada empat kriteria
bagi mereka yang mengaku Kristen:
1. Seorang Kristen, melihat uang untuk
menolong orang lain. Allah membenci uang
yang tidak berguna. Uang tidak bisa didapat dengan menipu orang lain. Allah adalah Allah yang baik untuk para
pemberi kerja dan juga Allah yang baik bagi para pekerja. Di dalam buku Yakobus dikatakan bahwa uang
bukanlah untuk kesenangan.
2. Seorang Kristen, adalah seseorang yang
dengan sabar menunggu kedatangan Yesus yang kedua kali. Kadang-kadang kita harus menunggu lama tapi
tuaian sudah ada di depan kita.
3. Seorang Kristen, dia yang selalu
kembali kepada Allah dalam segala sesuatu, bukan hanya dalam keadaan susah tapi
juga dalam keadaan suka.
4. Seorang Kristen, adalah memenangkan
jiwa orang lain. Jika kamu mengetahui
bahwa Yesus terjun ke dalam air dan menyelamatkan jiwamu, apakah kamu tidak
ingin memperkenalkan Yesus kepada orang lain?
Kembalilah
bertanya kepada diri kita masing-masing untuk menguji apakah kita benar-benar
layak disebut seorang Kristen atau tidak?
Apakah kita telah menggunakan uang kita untuk menolong orang lain? Apakah kita menantikan kedatangan Yesus yang
kedua kali? Berbalik kepada Allah dalam
segala situasi dan bukan hanya di saat situasi buruk saja tapi saat situasi
menyenangkan juga? Apakah kita
memenangkan jiwa?
Apakah kita
hanyalah seorang Kristen atau kita memiliki kriteria-kriteria seorang Kristen
seperti di atas? Jawablah itu dalam hati
kita masing-masing.
Setelah makan
siang maka session selanjutnya dimulai pada pukul 14:00 dengan kesaksian hidup
dari Kel. A. Marpaung, pengusaha sukses yang dalam jatuh bangun mereka selalu
tetap berada di dalam bahtera Tuhan, apapun yang dilakukan dunia tapi hanya
dengan menghandalkan Tuhan maka semua indah pada waktunya. Di akhir dari kesaksian maka Pdt. J. Lubis,
Pdt. Gary Rustad, Pdt. A. Saroinsong, Pdt. Joko Suwarso mengadakan doa khusus
buat Kel. A. Marpaung khususnya buat Bpk. Marpaung yang walaupun bisa hadir
tapi beliau menderita sakit yang menurutnya hanya Tuhanlah yang dokter di atas
segala dokter yang bisa memberikan kesembuhan di dalam tubuhnya.
Dilanjutkan dengan
kesaksian dan laporan dari 18 daerah-daerah mission yang terserbah di seluruh
EIUC dan WIUC, mendengarkan secara langsung perkembangan pekerjaan Tuhan dari
tiap-tiap mission field, hal ini yang kita tidak bisa temukan dimanapun kecuali
mendengarkan langsung melalui utusan-utusan masing-masing daerah.
Setelah penutupan
Sabat maka dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat, pin dan makalah seminar
dalam bentuk CD, kemudian ritual paling penting yang tidak pernah terlupakan di
akhir acara adalah foto bersama dengan pembicara.
Semoga hal-hal
yang didapat selama seminar bisa berguna dan dibagikan kepada anggota jemaat
dimana kita berbakti. Tuhan memberkati
kita semua dan sampai jumpa di Kongres yang akan datang.
Langganan:
Postingan (Atom)