Jumat, 23 November 2012

“Tubuhku , Persembahanku”


Oleh: Jackie Sihotang


“Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Roma 12:1

“Ya, kira-kira enam bulan”, jawab Dokter dengan mantap ketika saya menanyakan berapa lama ayah saya dapat bertahan setelah medengarkan keterangan hasil pemeriksaan sumsum tulang (bone marrow) yang sama sekali tidak menggembirakan. “Apa yang bisa kita lakukan?” tanya saya penuh selidik. “Tidak ada” jawab Dokter dengan tenang. 

Sering sekali tiba-tiba kita menyadari pentingnya pola hidup yang sehat setelah kita, anggota keluarga, teman atau orang yang dekat dengan kita didapati menderita suatu penyakit yang serius. “Health is not valued till sickness comes”, ujar Dr. Thomas Fuller. Kadang sangat disayangkan, sebagian orang malahan mengambil sikap tak peduli, gantinya melakukakan reformasi kesehatan, mereka meneruskan kebiasaan buruknya.

Di dalam ayat inti renungan, Roma 12:1 dikatakan, supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Mempersembahkan tubuh di sini artinya memberikan seluruh jiwa dan raga kita untuk kemuliaan Allah. 

Sebagai suatu persembahan yang kudus bagi Raja atas segala raja tentunya kita harus memberikan tubuh dalam kondisi dan stamina yang terbaik, suci dan bersih yang setiap saat siap untuk melakukan perintah-perintah-Nya.

Pada zaman akhir ini dibutuhkan begitu banyak orang, baik tua maupun muda yang berbadan dan berjiwa sehat untuk membantu pekerjaan Tuhan dan mengabarkan Injil kedatangan Yesus yang tak lama lagi ke seluruh pelosok dunia. “Men Sana in Corpore Sano”, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat. Intinya adalah: “tubuh yang sehat!”

Bagaimana cara memperoleh hidup yang sehat? Kita mempunyai “8 Dokter Yang Ajaib”, NEWSTART. Meskipun sudah diketahui oleh banyak orang, di dalam prakteknya sehari-hari hanya sedikit saja yang menjalankannya. Nutrition (nutrisi), sebagai makanan kita, Tuhan telah menciptakan tumbuh-tumbuhan yang berbiji & pohon-pohonan yang buahnya berbiji (Kejadian 1:29), tetapi karena adanya perubahan lingkungan setelah air bah, manusia mulai mengonsumsi makanan daging (Kejadian 9:2-4). Sejalan dengan waktu ditemukan bahwa penyakit-penyakit seperti kanker, tumor dan penyakit paru-paru kebanyakan disebabkan oleh makan makanan daging. Sadar dengan hal ini, tidak sedikit orang yang mulai meninggalkan makanan daging dan beralih ke makanan yang berserat (vegetarian).  Meskipun vegetarian bukan merupakan ujian kesetiaan kita kepada Allah. Ellen G White menyarankan kita untuk tidak makan daging (Testimonies, vol. 9. p.159).

7 dokter ajaib yang lainnya tidak kalah penting. Exercise; berolah raga yang teratur, Water; minum air sebanyak 1500-2000 ml/hari, Sunshine; sinar matahari, Temperance; pertarakan atau pengendalian diri adalah kunci dari pola hidup yang sehat, Air; tanpa udara dalam 4-7 menit kita akan mengalami kematian otak, Rest, istirahat atau tidur yang cukup, yang terakhir untuk melengkapi semuanya ini adalah Trust in God; rasa percaya pada Tuhan akan menjadi landasan dari penurutan kita.

Pada pembukaan Sabat yang suci ini mari kita renungkan kasih Allah melalui berkat kesehatan yang telah diberikan-Nya kepada kita, kita terima sebagai bentuk ucapan syukur. Kita tanyakan dan jawab di dalam hati, “Tubuh seperti apakah yang akan kita persembahkan kepada Allah untuk menjadi alat-Nya?”

Betapa hatiku, berterima kasih Yesus
Kau mengasihiku, Kau memilikiku
Hanya ini Tuhan persembahanku
Segenap hidupku jiwa dan ragaku
Sbab tak kumiliki harta kekayaan
Yang cukup berarti tuk kupersembahkan
Hanya ini Tuhan permohonanku
Terimalah Tuhan persembahanku
Pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku

S e l a m a t   S a b a t !




Tidak ada komentar: