Oleh:
Jackie Sihotang
“Karena
itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang
berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Roma 12:1
“Ya, kira-kira enam bulan”, jawab Dokter dengan mantap
ketika saya menanyakan berapa lama ayah saya dapat bertahan setelah medengarkan
keterangan hasil pemeriksaan sumsum tulang (bone marrow) yang sama sekali tidak
menggembirakan. “Apa yang bisa kita lakukan?” tanya saya penuh selidik. “Tidak
ada” jawab Dokter dengan tenang.
Sering sekali tiba-tiba kita menyadari pentingnya pola
hidup yang sehat setelah kita, anggota keluarga, teman atau orang yang dekat
dengan kita didapati menderita suatu penyakit yang serius. “Health is not
valued till sickness comes”, ujar Dr. Thomas Fuller. Kadang sangat disayangkan,
sebagian orang malahan mengambil sikap tak peduli, gantinya melakukakan
reformasi kesehatan, mereka meneruskan kebiasaan buruknya.
Di dalam ayat inti renungan, Roma 12:1 dikatakan,
supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang
kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Mempersembahkan tubuh di sini artinya
memberikan seluruh jiwa dan raga kita untuk kemuliaan Allah.
Sebagai suatu persembahan yang kudus bagi Raja atas
segala raja tentunya kita harus memberikan tubuh dalam kondisi dan stamina yang
terbaik, suci dan bersih yang setiap saat siap untuk melakukan perintah-perintah-Nya.
Pada zaman akhir ini dibutuhkan begitu banyak orang,
baik tua maupun muda yang berbadan dan berjiwa sehat untuk membantu pekerjaan
Tuhan dan mengabarkan Injil kedatangan Yesus yang tak lama lagi ke seluruh
pelosok dunia. “Men Sana in Corpore Sano”, yang artinya di dalam tubuh yang
sehat terdapat pula jiwa yang sehat. Intinya adalah: “tubuh yang sehat!”
Bagaimana cara memperoleh hidup yang sehat? Kita
mempunyai “8 Dokter Yang Ajaib”, NEWSTART.
Meskipun sudah diketahui oleh banyak orang, di dalam prakteknya sehari-hari
hanya sedikit saja yang menjalankannya. Nutrition (nutrisi), sebagai makanan kita, Tuhan telah menciptakan
tumbuh-tumbuhan yang berbiji & pohon-pohonan yang buahnya berbiji (Kejadian
1:29), tetapi karena adanya perubahan lingkungan setelah air bah, manusia mulai
mengonsumsi makanan daging (Kejadian 9:2-4). Sejalan dengan waktu ditemukan
bahwa penyakit-penyakit seperti kanker, tumor dan penyakit paru-paru kebanyakan
disebabkan oleh makan makanan daging. Sadar dengan hal ini, tidak sedikit orang
yang mulai meninggalkan makanan daging dan beralih ke makanan yang berserat
(vegetarian). Meskipun vegetarian bukan
merupakan ujian kesetiaan kita kepada Allah. Ellen G White menyarankan kita
untuk tidak makan daging (Testimonies, vol. 9. p.159).
7 dokter ajaib yang lainnya tidak kalah penting. Exercise;
berolah raga yang teratur, Water; minum air sebanyak 1500-2000
ml/hari, Sunshine; sinar matahari, Temperance; pertarakan atau
pengendalian diri adalah kunci dari pola hidup yang sehat, Air; tanpa udara dalam
4-7 menit kita akan mengalami kematian otak, Rest, istirahat atau
tidur yang cukup, yang terakhir untuk melengkapi semuanya ini adalah Trust
in God; rasa percaya pada Tuhan akan menjadi landasan dari penurutan
kita.
Pada pembukaan Sabat yang suci ini mari kita renungkan
kasih Allah melalui berkat kesehatan yang telah diberikan-Nya kepada kita, kita
terima sebagai bentuk ucapan syukur. Kita tanyakan dan jawab di dalam hati,
“Tubuh seperti apakah yang akan kita persembahkan kepada Allah untuk menjadi
alat-Nya?”
Betapa hatiku, berterima
kasih Yesus
Kau mengasihiku, Kau
memilikiku
Hanya ini Tuhan persembahanku
Segenap hidupku jiwa dan
ragaku
Sbab tak kumiliki harta
kekayaan
Yang cukup berarti tuk
kupersembahkan
Hanya ini Tuhan permohonanku
Terimalah Tuhan persembahanku
Pakailah hidupku sebagai
alatMu, seumur hidupku
S e l a m a t S a b a t !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar