Firman Tuhan untuk
Jam Khotbah dibawakan oleh Pdt. Gary R. Rustad dan diterjemahkan oleh Pdt.
Wendell Mandolang, Stewardship & Trust Services Dept., SSD. Ayat tema diambil dari Yakobus 5:1-3:
5:1 Jadi sekarang
hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan
menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu
sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan
perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan
akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari
yang sedang berakhir.
Kita memberi
menurut kasih kita. Ajarkan mereka
mengasihi Yesus daripada mendorong mereka untuk memberi perpuluhan, 10% tidak
menjadi patokan bagi anggota jemaat kita karena pemberian itu berdasarkan
kasih.
Ada empat kriteria
bagi mereka yang mengaku Kristen:
1. Seorang Kristen, melihat uang untuk
menolong orang lain. Allah membenci uang
yang tidak berguna. Uang tidak bisa didapat dengan menipu orang lain. Allah adalah Allah yang baik untuk para
pemberi kerja dan juga Allah yang baik bagi para pekerja. Di dalam buku Yakobus dikatakan bahwa uang
bukanlah untuk kesenangan.
2. Seorang Kristen, adalah seseorang yang
dengan sabar menunggu kedatangan Yesus yang kedua kali. Kadang-kadang kita harus menunggu lama tapi
tuaian sudah ada di depan kita.
3. Seorang Kristen, dia yang selalu
kembali kepada Allah dalam segala sesuatu, bukan hanya dalam keadaan susah tapi
juga dalam keadaan suka.
4. Seorang Kristen, adalah memenangkan
jiwa orang lain. Jika kamu mengetahui
bahwa Yesus terjun ke dalam air dan menyelamatkan jiwamu, apakah kamu tidak
ingin memperkenalkan Yesus kepada orang lain?
Kembalilah
bertanya kepada diri kita masing-masing untuk menguji apakah kita benar-benar
layak disebut seorang Kristen atau tidak?
Apakah kita telah menggunakan uang kita untuk menolong orang lain? Apakah kita menantikan kedatangan Yesus yang
kedua kali? Berbalik kepada Allah dalam
segala situasi dan bukan hanya di saat situasi buruk saja tapi saat situasi
menyenangkan juga? Apakah kita
memenangkan jiwa?
Apakah kita
hanyalah seorang Kristen atau kita memiliki kriteria-kriteria seorang Kristen
seperti di atas? Jawablah itu dalam hati
kita masing-masing.
Setelah makan
siang maka session selanjutnya dimulai pada pukul 14:00 dengan kesaksian hidup
dari Kel. A. Marpaung, pengusaha sukses yang dalam jatuh bangun mereka selalu
tetap berada di dalam bahtera Tuhan, apapun yang dilakukan dunia tapi hanya
dengan menghandalkan Tuhan maka semua indah pada waktunya. Di akhir dari kesaksian maka Pdt. J. Lubis,
Pdt. Gary Rustad, Pdt. A. Saroinsong, Pdt. Joko Suwarso mengadakan doa khusus
buat Kel. A. Marpaung khususnya buat Bpk. Marpaung yang walaupun bisa hadir
tapi beliau menderita sakit yang menurutnya hanya Tuhanlah yang dokter di atas
segala dokter yang bisa memberikan kesembuhan di dalam tubuhnya.
Dilanjutkan dengan
kesaksian dan laporan dari 18 daerah-daerah mission yang terserbah di seluruh
EIUC dan WIUC, mendengarkan secara langsung perkembangan pekerjaan Tuhan dari
tiap-tiap mission field, hal ini yang kita tidak bisa temukan dimanapun kecuali
mendengarkan langsung melalui utusan-utusan masing-masing daerah.
Setelah penutupan
Sabat maka dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat, pin dan makalah seminar
dalam bentuk CD, kemudian ritual paling penting yang tidak pernah terlupakan di
akhir acara adalah foto bersama dengan pembicara.
Semoga hal-hal
yang didapat selama seminar bisa berguna dan dibagikan kepada anggota jemaat
dimana kita berbakti. Tuhan memberkati
kita semua dan sampai jumpa di Kongres yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar