Minggu, 21 Oktober 2012

4 KRITERIA ORANG KRISTEN



 Firman Tuhan untuk Jam Khotbah dibawakan oleh Pdt. Gary R. Rustad dan diterjemahkan oleh Pdt. Wendell Mandolang, Stewardship & Trust Services Dept., SSD.  Ayat tema diambil dari Yakobus 5:1-3:
5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
Kita memberi menurut kasih kita.  Ajarkan mereka mengasihi Yesus daripada mendorong mereka untuk memberi perpuluhan, 10% tidak menjadi patokan bagi anggota jemaat kita karena pemberian itu berdasarkan kasih.

Ada empat kriteria bagi mereka yang mengaku Kristen:
1.         Seorang Kristen, melihat uang untuk menolong orang lain.  Allah membenci uang yang tidak berguna.  Uang tidak bisa didapat dengan menipu orang lain.  Allah adalah Allah yang baik untuk para pemberi kerja dan juga Allah yang baik bagi para pekerja.  Di dalam buku Yakobus dikatakan bahwa uang bukanlah untuk kesenangan.
2.         Seorang Kristen, adalah seseorang yang dengan sabar menunggu kedatangan Yesus yang kedua kali.  Kadang-kadang kita harus menunggu lama tapi tuaian sudah ada di depan kita.
3.         Seorang Kristen, dia yang selalu kembali kepada Allah dalam segala sesuatu, bukan hanya dalam keadaan susah tapi juga dalam keadaan suka.
4.         Seorang Kristen, adalah memenangkan jiwa orang lain.  Jika kamu mengetahui bahwa Yesus terjun ke dalam air dan menyelamatkan jiwamu, apakah kamu tidak ingin memperkenalkan Yesus kepada orang lain?

Kembalilah bertanya kepada diri kita masing-masing untuk menguji apakah kita benar-benar layak disebut seorang Kristen atau tidak?  Apakah kita telah menggunakan uang kita untuk menolong orang lain?  Apakah kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali?  Berbalik kepada Allah dalam segala situasi dan bukan hanya di saat situasi buruk saja tapi saat situasi menyenangkan juga?  Apakah kita memenangkan jiwa?
Apakah kita hanyalah seorang Kristen atau kita memiliki kriteria-kriteria seorang Kristen seperti di atas?  Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.

Setelah makan siang maka session selanjutnya dimulai pada pukul 14:00 dengan kesaksian hidup dari Kel. A. Marpaung, pengusaha sukses yang dalam jatuh bangun mereka selalu tetap berada di dalam bahtera Tuhan, apapun yang dilakukan dunia tapi hanya dengan menghandalkan Tuhan maka semua indah pada waktunya.  Di akhir dari kesaksian maka Pdt. J. Lubis, Pdt. Gary Rustad, Pdt. A. Saroinsong, Pdt. Joko Suwarso mengadakan doa khusus buat Kel. A. Marpaung khususnya buat Bpk. Marpaung yang walaupun bisa hadir tapi beliau menderita sakit yang menurutnya hanya Tuhanlah yang dokter di atas segala dokter yang bisa memberikan kesembuhan di dalam tubuhnya.
Dilanjutkan dengan kesaksian dan laporan dari 18 daerah-daerah mission yang terserbah di seluruh EIUC dan WIUC, mendengarkan secara langsung perkembangan pekerjaan Tuhan dari tiap-tiap mission field, hal ini yang kita tidak bisa temukan dimanapun kecuali mendengarkan langsung melalui utusan-utusan masing-masing daerah.
Setelah penutupan Sabat maka dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat, pin dan makalah seminar dalam bentuk CD, kemudian ritual paling penting yang tidak pernah terlupakan di akhir acara adalah foto bersama dengan pembicara.

Semoga hal-hal yang didapat selama seminar bisa berguna dan dibagikan kepada anggota jemaat dimana kita berbakti.  Tuhan memberkati kita semua dan sampai jumpa di Kongres yang akan datang.



Tidak ada komentar: